Untuk menjadi yang terbaik di tingkat nasional, sebuah tim tidak boleh hanya berpuas diri dengan berkompetisi di lingkungan yang itu-itu saja. Pengalaman bertanding melawan lawan dengan karakter permainan yang berbeda adalah guru terbaik bagi setiap atlet. Berangkat dari pemahaman tersebut, sebuah rencana ambisius telah disusun oleh pengurus basket di Kota Udang. Program bertajuk try out ke Filipina kini resmi menjadi agenda internasional atlet Perbasi Cirebon yang paling prestisius tahun ini. Pemilihan Filipina sebagai destinasi bukan tanpa alasan, mengingat negara tersebut merupakan raja basket di Asia Tenggara dengan kultur permainan yang sangat keras dan cepat.
Filipina dikenal memiliki gaya permainan “puso” atau bermain dengan hati, yang mengandalkan kecepatan, akurasi tembakan luar, dan ketangguhan fisik yang luar biasa. Dengan mengirimkan atlet Perbasi Cirebon ke sana, diharapkan mereka dapat menyerap ilmu langsung dari pusat kekuatan basket Asia Tenggara. Selama di Filipina, para atlet tidak hanya akan menjalani pertandingan persahabatan melawan sekolah-sekolah basket (academies) ternama, tetapi juga mengikuti sesi latihan bersama pelatih-pelatih lokal yang berpengalaman. Agenda ini bertujuan untuk meruntuhkan rasa rendah diri dan meningkatkan mental bertanding para pemain saat harus berhadapan dengan lawan yang secara postur dan teknik mungkin lebih unggul.
Pentingnya agenda internasional ini juga terletak pada aspek adaptasi taktis. Basket di Indonesia seringkali memiliki ritme yang berbeda dengan basket di luar negeri. Di Filipina, permainan cenderung lebih mengandalkan transisi yang sangat cepat dari bertahan ke menyerang. Para pemain Cirebon akan dipaksa untuk mengambil keputusan dalam waktu sepersekian detik di bawah tekanan penjagaan yang sangat rapat. Pengalaman inilah yang tidak bisa didapatkan jika hanya berlatih di dalam negeri. Pulang dari Filipina, para atlet diharapkan membawa “oleh-oleh” berupa pemahaman strategi baru yang bisa diterapkan untuk mengguncang kompetisi di tingkat regional maupun nasional.
Pihak Perbasi Cirebon juga memastikan bahwa program ini dibarengi dengan evaluasi performa yang ketat. Setiap pertandingan yang dijalani di Filipina akan direkam dan dianalisis oleh tim pelatih untuk melihat sejauh mana perkembangan individu setiap pemain. Biaya yang dikeluarkan untuk program internasional ini dianggap sebagai investasi jangka panjang demi menaikkan standar basket di Jawa Barat. Cirebon ingin membuktikan bahwa kota yang bukan ibu kota provinsi pun mampu memiliki visi global dalam membina atletnya. Dukungan dari pemerintah kota dan para sponsor lokal sangat besar, karena keberangkatan tim ini juga membawa misi sebagai duta budaya dan olahraga Indonesia di mata internasional.