Tony Wen adalah sosok kunci di balik berdirinya Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI). Ia bukan hanya sekadar pemimpin, tetapi seorang visioner yang melihat potensi besar basket di tanah air. Peran besarnya dimulai pada tahun 1951, ketika ia bersama tokoh lain merintis pembentukan organisasi ini.
Pada masa itu, basket belum sepopuler sepak bola. Namun, semangat Tony Wen sangatlah kuat. Ia percaya bahwa olahraga ini memiliki daya tarik universal. Oleh karena itu, ia bertekad untuk menyatukan berbagai klub dan komunitas basket yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi satu wadah terstruktur.
Melalui upaya gigihnya, akhirnya PERBASI resmi berdiri. Tony Wen kemudian terpilih sebagai Ketua Umum PERBASI yang pertama. Ini adalah momen bersejarah bagi dunia olahraga basket nasional. Kepemimpinannya menjadi fondasi awal bagi perkembangan basket di Indonesia.
Visi awal Tony Wen sangat jelas: menjadikan basket sebagai olahraga yang dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia. Ia ingin menciptakan ekosistem basket yang solid, mulai dari tingkat junior hingga profesional. Visi ini menjadi pedoman utama PERBASI di bawah kepemimpinannya.
Salah satu langkah penting yang ia ambil adalah membangun infrastruktur dasar. Ia mendorong pendirian lapangan basket di berbagai daerah. Ini bertujuan agar semakin banyak orang bisa bermain dan berlatih basket. Akses yang lebih mudah adalah kunci pertumbuhannya.
Tony Wen juga sangat peduli dengan pembinaan atlet. Ia menyadari bahwa bakat-bakat muda perlu diasah sejak dini. Oleh karena itu, ia mendorong diadakannya turnamen-turnamen antar sekolah. Ini menjadi ajang penting untuk menjaring pemain-pemain potensial.
Selain itu, ia berupaya memperkenalkan basket Indonesia ke kancah internasional. Keinginan kuatnya adalah agar tim nasional bisa berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi regional maupun global. Ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk berprestasi lebih baik lagi.
Visi Tony Wen yang melampaui masanya juga terlihat dari keinginannya untuk menjadikan basket sebagai alat pemersatu bangsa. Ia percaya bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menghilangkan perbedaan. Setiap pemain di lapangan mewakili semangat persatuan.