Menguasai lapangan basket membutuhkan kecepatan yang selaras dengan kemampuan olah bola. Banyak pemain pemula merasa kesulitan saat harus mempraktikkan tips melakukan dribble yang efektif ketika kecepatan lari meningkat. Masalah utama yang sering muncul adalah bola yang tertinggal di belakang atau pantulan yang terlalu liar. Padahal, kemampuan untuk menggiring bola sambil berlari adalah syarat mutlak untuk melakukan serangan balik cepat (fast break). Kuncinya terletak pada koordinasi antara langkah kaki dan dorongan tangan agar Anda tidak tanpa kehilangan kendali saat menuju ring lawan.
Saat Anda berlari, bola tidak boleh dipantulkan tepat di bawah badan, melainkan agak jauh ke depan. Ini memberikan ruang bagi kaki Anda untuk melangkah tanpa menabrak bola. Dorongan bola harus dilakukan menggunakan jari-jari tangan dengan tenaga yang disesuaikan dengan kecepatan lari. Semakin cepat Anda berlari, semakin jauh bola harus didorong ke depan. Dengan mengikuti tips melakukan dribble ini, Anda akan merasa bola seolah-olah mengikuti arah lari Anda secara alami. Tanpa kehilangan kendali, seorang pemain bisa melewati pertahanan lawan dengan transisi yang sangat halus.
Selain posisi bola, pandangan mata juga memegang peranan vital. Jangan pernah terpaku melihat ke arah bola saat sedang berlari kencang. Biasakan mata menatap lurus ke depan untuk memantau pergerakan rekan setim dan posisi pemain bertahan lawan. Melakukan dribble sambil berlari dengan kepala tegak memungkinkan Anda untuk segera melepaskan umpan jika ada kawan yang berdiri bebas. Latihan ini bisa dimulai dengan melakukan sprint dari garis baseline ke ujung lapangan lainnya sambil terus menjaga irama pantulan bola agar tetap stabil.
Kecepatan tanpa kontrol hanya akan membuahkan kesalahan (turnover). Oleh karena itu, latihan perubahan kecepatan (change of pace) sangat disarankan. Cobalah berlari cepat, lalu tiba-tiba melambat sambil tetap menjaga pantulan bola rendah, kemudian meledak kembali dengan kecepatan penuh. Kemampuan untuk tetap tenang tanpa kehilangan kendali dalam situasi intens ini akan membuat Anda menjadi pemain yang sangat berbahaya. Konsistensi dalam berlatih akan membentuk memori otot yang kuat, sehingga dribel saat berlari kencang akan terasa semudah berjalan santai.