Program utama yang dijalankan adalah upaya untuk Tegakkan Disiplin Akademik bagi seluruh atlet yang tergabung dalam tim daerah maupun klub-klub lokal. Perbasi Cirebon bekerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah tersebut untuk mendapatkan laporan perkembangan nilai para pemain secara rutin. Atlet yang menunjukkan penurunan nilai akademik secara signifikan akan diberikan pendampingan atau pengurangan jam latihan agar mereka dapat fokus mengejar ketertinggalan di sekolah. Langkah ini diambil untuk menanamkan pemahaman bahwa kecerdasan di sekolah akan berkorelasi positif dengan kecerdasan taktis di atas lapangan basket.
Visi dari program ini sangat jelas, yaitu melahirkan Atlet Berprestasi yang juga memiliki kualitas intelektual mumpuni. Perbasi Cirebon meyakini bahwa basket modern membutuhkan pemain yang mampu berpikir cepat, menganalisis strategi, dan berkomunikasi dengan baik. Semua kemampuan tersebut diasah melalui pendidikan formal. Dengan Tegakkan Disiplin Akademik yang ketat, para atlet diajarkan untuk menghargai waktu dan memiliki manajemen diri yang luar biasa. Mereka harus mampu membagi fokus antara jadwal latihan yang padat dan tugas-tugas sekolah yang menumpuk tanpa mengeluh.
Dukungan dari orang tua menjadi faktor kunci mengapa program Sekolah Lancar ini mendapatkan apresiasi luas. Banyak orang tua yang sebelumnya ragu membiarkan anak mereka fokus pada basket, kini menjadi lebih tenang karena adanya pengawasan akademik dari federasi. Perbasi Cirebon secara rutin mengadakan pertemuan dengan wali murid untuk mendiskusikan keseimbangan beban antara olahraga dan studi. Sinergi ini menciptakan lingkungan pendukung yang kondusif, di mana anak-anak tidak merasa tertekan, namun tetap didorong untuk memberikan yang terbaik di kedua bidang tersebut.
Selain pengawasan nilai, Perbasi Cirebon juga memberikan beasiswa bagi atlet-atlet yang mampu mempertahankan prestasi akademik unggul di samping prestasi basket mereka. Penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi para pemain agar tidak hanya mengejar trofi di lapangan, tetapi juga mengejar peringkat di kelas. Kedisiplinan dalam belajar dianggap sebagai bentuk dedikasi yang sama mulianya dengan kedisiplinan dalam berlatih fisik. Dengan cara ini, Cirebon sedang membentuk profil atlet masa depan yang kompeten, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja setelah pensiun dari olahraga.