Dalam olahraga yang menuntut pergerakan cepat dan ledakan energi, seperti basket atau bulu tangkis, memiliki daya tahan saja tidak cukup. Dibutuhkan kemampuan untuk melepaskan energi secara maksimal dalam waktu singkat. Di sinilah latihan daya ledak menjadi sangat krusial. Latihan seperti burpees dan jump squats adalah dua metode paling efektif untuk membangun kekuatan eksplosif, yang pada akhirnya meningkatkan stamina dan performa. Latihan daya ledak melatih otot untuk menghasilkan tenaga secara tiba-tiba, yang sangat vital untuk lompatan, sprint, dan perubahan arah yang cepat di lapangan.
Burpees adalah latihan seluruh tubuh yang menggabungkan squat, push-up, dan lompatan vertikal. Latihan ini tidak hanya membangun kekuatan di kaki, lengan, dan inti, tetapi juga secara signifikan meningkatkan daya tahan kardiovaskular. Dengan melakukan burpees secara berulang, tubuh dipaksa untuk bekerja dalam kondisi anaerobik, yang meniru intensitas tinggi dari pertandingan. Ini membantu pemain untuk mengatasi kelelahan di akhir pertandingan dan mempertahankan kecepatan serta kekuatan. Latihan daya ledak melalui burpees juga meningkatkan koordinasi dan kelincahan, karena melibatkan transisi gerakan yang cepat dari berdiri ke posisi jongkok dan kembali lagi.
Di sisi lain, jump squats adalah latihan yang lebih fokus pada bagian bawah tubuh. Latihan ini sangat efektif untuk meningkatkan kekuatan eksplosif di kaki, yang sangat penting untuk lompatan vertikal, seperti saat rebound atau menembak. Jump squats tidak hanya memperkuat otot-otot paha dan bokong, tetapi juga melatih sistem saraf untuk mengirim sinyal lebih cepat ke otot-otot, yang menghasilkan gerakan yang lebih kuat dan lebih cepat. Untuk mendapatkan hasil maksimal, penting untuk mendarat dengan lembut dan segera kembali ke posisi jongkok untuk lompatan berikutnya.
Pada 14 Juni 2025, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Jurnal Fisiologi Olahraga, yang tercatat dalam dokumen No. 789/JFO/VI/2025, menemukan bahwa atlet yang menambahkan burpees dan jump squats ke dalam rutinitas latihan mereka mengalami peningkatan signifikan dalam lompatan vertikal dan kecepatan sprint pendek. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa latihan daya ledak adalah cara terbaik untuk meningkatkan performa atletik.
Pada 22 September 2025, Kompol (Komisaris Polisi) Bagus Pratama, seorang petugas aparat kepolisian yang juga merupakan pelatih fisik untuk tim internal, dalam sebuah wawancara, menekankan pentingnya latihan yang spesifik. “Sama seperti dalam pekerjaan saya di kepolisian, di mana daya ledak dan kekuatan sangat penting dalam situasi kritis. Latihan seperti burpees membantu saya menjaga stamina dan kekuatan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, latihan daya ledak melalui burpees dan jump squats adalah komponen yang tak terpisahkan dari program pelatihan atlet yang serius. Dengan memasukkan latihan ini, seorang pemain dapat meningkatkan kekuatan eksplosif mereka, yang pada akhirnya akan membuat mereka lebih cepat, lebih kuat, dan lebih tahan lama di lapangan.