Dalam bola basket, Full-Court Press adalah strategi pertahanan agresif yang bertujuan Menciptakan Kekacauan sejak bola dilemparkan dari garis akhir lapangan sendiri. Alih-alih menunggu lawan di area pertahanan (half-court), strategi ini memaksa tim lawan segera menghadapi tekanan tinggi di seluruh lapangan, mengganggu ritme mereka dan memicu pengambilan keputusan di bawah tekanan waktu. Menciptakan Kekacauan melalui press yang terstruktur adalah cara paling efektif untuk memaksa turnover, yang seringkali berujung pada poin mudah (fast break) bagi tim yang bertahan. Filosofi Steal Berisiko ini berprinsip bahwa tekanan awal dapat mematahkan mental lawan.
Full-Court Press umumnya diaktifkan pada kuarter-kuarter tertentu, terutama saat tim perlu mengejar ketertinggalan skor dengan cepat atau ketika tim lawan memiliki ball handler yang lemah. Ada beberapa variasi press, seperti Man-to-Man Press dan Zone Press (misalnya 1-2-1-1). Apapun variasinya, tujuannya sama: menghabiskan waktu 8 detik lawan (8 seconds violation), memaksa operan yang buruk, dan, yang terpenting, menjebak pemain lawan di sudut lapangan (trap defense) menggunakan dua atau bahkan tiga defender.
Sistem ini sangat mengandalkan koordinasi dan Kebugaran Fisik yang prima. Semua pemain harus bergerak serempak; defender yang berada di depan harus membatasi pandangan ball handler, sementara defender di belakang harus siap Mencuri Bola atau memotong passing lane (jalur operan) yang terbuka. Data dari Liga Basket Mahasiswa Nasional (LMBN) pada musim 2024 mencatat bahwa tim yang menerapkan full-court press dengan tingkat keberhasilan 60% atau lebih dalam menciptakan trap berhasil meningkatkan rata-rata turnover lawan sebanyak 5 kali per pertandingan.
Menciptakan Kekacauan ini menuntut respons mental yang cepat dari lawan. Tim yang tidak terbiasa menghadapi press akan panik, melakukan operan lambat atau tidak akurat. Untuk mengantisipasi dan mematahkan press, tim lawan harus melakukan Latihan Spesifik untuk outlet pass dan dribbling cepat di bawah tekanan. Namun, jika press diterapkan dengan sempurna, tekanan akan terus menumpuk, menyebabkan dribbler kelelahan dan passer kehabisan opsi, akhirnya memaksa mereka membuat kesalahan yang diincar oleh tim bertahan. Full-Court Press bukanlah strategi yang digunakan sepanjang waktu, tetapi merupakan game-changer yang kuat ketika waktu dan situasi menuntut langkah drastis.