Fondasi utama dari keberlanjutan prestasi sebuah cabang olahraga berskala nasional terletak pada keseriusan pengurus daerah dalam mengelola pembinaan di tingkat akar rumput secara konsisten dan terencana. Guna menggerakkan gairah bola basket sejak usia sekolah dasar, Grassroot Basketball Perbasi Cirebon resmi menggulirkan kompetisi berkala yang dirancang khusus untuk kelompok umur di bawah sepuluh dan dua belas tahun. Ajang ini digagas untuk memutus rantai keterlambatan pembinaan talenta muda di wilayah Jawa Barat, sekaligus memperkenalkan aturan bermain basket yang benar dengan modifikasi sarana yang ramah anak. Melalui festival olahraga ini, anak-anak diajarkan esensi kebersamaan dan sportivitas lewat cara yang menyenangkan.
Penyelenggaraan liga usia dini ini dikemas dengan atmosfer yang ceria namun tetap mengikuti tata kelola manajemen pertandingan yang profesional dan terstandar. Untuk meningkatkan daya tarik kejuaraan di mata masyarakat luas, asosiasi juga menghadirkan berbagai sub-event kreatif di sela-sela jadwal kompetisi, seperti menyelenggarakan ajang ekspresi bagi pencinta basket freestyle dan kultur jalanan yang digemari oleh generasi muda urban di Cirebon. Penggabungan antara kompetisi kelompok umur yang terstruktur dan festival budaya urban ini terbukti efektif menarik minat ribuan penonton dari kalangan keluarga dan pelajar untuk memadati arena pertandingan.
Regulasi teknis dalam turnamen anak-anak ini dimodifikasi sedemikian rupa agar menyesuaikan dengan perkembangan anatomi tubuh dan kemampuan motorik anak usia dini. Ukuran tinggi ring basket diturunkan dari standar internasional menjadi sekitar 2,6 meter, ukuran lapangan diperkecil, dan ukuran bola yang digunakan adalah bola nomor 5 yang lebih ringan dan mudah digenggam oleh tangan anak-anak. Modifikasi teknis ini sangat penting agar anak-anak tidak memaksakan mekanika gerakan tubuh yang salah saat mencoba menembak atau mengoper bola, yang berisiko merusak pertumbuhan sendi dan otot mereka di masa pertumbuhan.
Sistem durasi pertandingan juga diatur dengan format yang lebih fleksibel dan menerapkan aturan wajib main bagi seluruh pemain yang terdaftar di dalam barisan pemain cadangan (bench). Dalam kurikulum kompetisi akar rumput ini, kemenangan di papan skor bukan merupakan target utama yang dikejar oleh tim pelatih sekolah maupun klub. Fokus penilaian ditekankan pada kegembiraan anak dalam bergerak aktif, keberanian mereka dalam mempraktikkan teknik mengontrol bola (dribbling) hasil latihan harian, serta proses belajar beradaptasi dengan situasi menang atau kalah dalam sebuah pertandingan resmi.